Luka Doncic Sebut Cooper Flagg Bisa Jadi Pemain Hebat
Luka Doncic Sebut Cooper Flagg Bisa Jadi Pemain Hebat. Pada Jumat malam, 28 November 2025, Crypto.com Arena di Los Angeles menjadi saksi duel emosional saat tim tuan rumah mengalahkan Dallas dengan skor 129-119. Bagi Luka Doncic, yang kini bermain untuk Los Angeles setelah ditukar dari Dallas pada Februari lalu, ini adalah pertemuan ketiga lawan mantan timnya—dan pertama kali berhadapan langsung dengan Cooper Flagg, rookie nomor satu draft 2025 yang kini jadi harapan baru Dallas. Doncic, yang cetak 35 poin plus 11 assist, tak hanya dominan di lapangan tapi juga beri pujian tulus pasca-laga. “Saya pikir dia pemain bagus. Jelas ada banyak tekanan sebagai pick pertama, jadi beban di bahunya berat, tapi saya yakin dia akan jadi pemain hebat,” katanya santai di konferensi pers. Kata-kata itu langsung viral, tunjukkan kelas Doncic sebagai veteran yang paham perjuangan rookie di bawah sorotan. Di tengah musim NBA 2025/26 yang sengit, momen ini jadi pengingat betapa cepatnya generasi baru naik kelas. INFO SLOT
Duel Pertama yang Penuh Makna: Luka Doncic Sebut Cooper Flagg Bisa Jadi Pemain Hebat
Pertandingan itu lebih dari sekadar kemenangan Los Angeles. Doncic, MVP runner-up musim lalu, tampil seperti biasa: 55,6 persen tembakan lapangan dan 44,4 persen dari tiga poin, ciptakan 11 assist yang bantu timnya balik unggul setelah tertinggal di awal. Flagg, 18 tahun asal Duke, tak kalah impresif: 13 poin, 7 rebound, dan 11 assist—rekor termuda sejarah NBA untuk double-double assist sebagai rookie. Ia jaga bola dengan tenang, ciptakan peluang transisi, dan bahkan switch bertahan lawan Doncic sesekali. Tapi Doncic tetap unggul, dengan visi passing yang bikin Flagg kesulitan. “Dia masuk ke paint dan cari rekan setimnya. Dia bukan point guard utama, tapi libatkan teman bagus,” tambah Doncic soal playmaking Flagg. Ini bukan cuma pujian kosong—Flagg sudah punya career-high 29 poin lawan Pelicans pekan lalu, lewati Kobe Bryant untuk game 20 poin terbanyak oleh remaja 18 tahun.
Tekanan Pick Pertama yang Dikenali Doncic: Luka Doncic Sebut Cooper Flagg Bisa Jadi Pemain Hebat
Doncic tahu betul beban Flagg. Saat di Dallas enam setengah tahun, ia hadapi ekspektasi angkat tim ke puncak setiap hari—dan berhasil bawa mereka ke final NBA. Kini, Flagg hadapi hal sama: ditukar Doncic ke Los Angeles, Dallas langsung ambil Flagg sebagai pewaris, di tengah skuad veteran seperti Anthony Davis dan Klay Thompson. “Ada banyak tekanan, tapi dia tangani dengan tenang,” kata Doncic, yang lihat Flagg tetap fokus meski timnya kalah. Flagg sendiri respons santai: “Saya tak anggap itu tekanan. Saya tak khawatir penuhi ekspektasi pemain tertentu.” Ini kontras dengan awal karir Doncic yang penuh sorotan, tapi Flagg sudah tunjukkan poise—seperti saat ciptakan 11 assist malam itu, rekor rookie. Analis bilang, pujian Doncic bisa ringankan beban Flagg, yang skuadnya lagi sulit di Barat dengan rekor di bawah .500.
Dampak Pujian untuk Generasi Baru
Kata-kata Doncic tak cuma buat Flagg—ia jadi inspirasi bagi rookie lain. Di era NBA di mana pick pertama sering gagal, seperti Zion Williamson atau Ja Morant dengan isu off-court, Flagg tampak beda: atletis, pintar passing, dan defensif elite. Doncic, yang pernah jadi rookie of the year 2019, bilang Flagg punya “potensi besar” karena playmakingnya yang tak terduga. Video wawancara langsung viral, dengan jutaan views di media sosial. Fans Dallas campur aduk: senang Flagg dipuji, tapi sedih ingat trade Doncic yang libatkan Anthony Davis ke Dallas. Bagi Doncic di Los Angeles, ini momen refleksi: “Saya dulu di posisinya, jadi saya paham.” Pujian ini juga angkat moral Flagg, yang kini rata-rata 15 poin dan 8 assist—angka rookie impresif di tim kompetitif.
Kesimpulan
Pujian Luka Doncic pada Cooper Flagg pasca-duel pertama mereka jadi cerita manis di tengah rivalitas sengit NBA musim ini. Dengan bilang Flagg “akan jadi pemain hebat,” Doncic tak cuma beri dukungan, tapi juga tunjukkan kelas sebagai bintang yang paham tekanan. Bagi Flagg, ini motivasi ekstra untuk bukti diri sebagai pewaris Dallas; bagi Doncic, pengingat perjalanan dari rookie ke MVP. Di musim 2025/26 yang penuh kejutan—dengan Los Angeles di posisi kedua Barat dan Dallas haus bangkit—momen seperti ini bikin liga lebih manusiawi. Flagg mungkin baru mulai, tapi dengan dukungan seperti ini, masa depannya cerah. NBA butuh lebih banyak cerita positif seperti ini—dan siapa tahu, duel mereka selanjutnya bakal lebih epik.



Post Comment