Chet Holmgren Terpilih All-Star Pertama Kalinya

Chet Holmgren Terpilih All-Star Pertama Kalinya

Chet Holmgren Terpilih All-Star Pertama Kalinya. Chet Holmgren resmi terpilih sebagai pemain All-Star NBA untuk pertama kalinya dalam kariernya. Pengumuman yang dirilis pada akhir Januari 2026 ini menjadi momen bersejarah bagi center muda Oklahoma City Thunder berusia 23 tahun tersebut. Holmgren masuk ke starting lineup Wilayah Barat sebagai frontcourt reserve, bergabung bersama nama-nama besar seperti Shai Gilgeous-Alexander, LeBron James, dan Anthony Davis. Pemilihan ini bukan sekadar penghargaan individu, melainkan cerminan betapa pesatnya perkembangan Thunder menjadi salah satu kekuatan utama liga musim ini. Dari pemain yang sempat diragukan karena riwayat cedera hingga menjadi salah satu big man paling ditakuti di NBA, perjalanan Chet menuju All-Star terasa sangat layak dirayakan. REVIEW FILM

Performa Musim Ini yang Luar Biasa: Chet Holmgren Terpilih All-Star Pertama Kalinya

Musim 2025-2026 menjadi panggung Holmgren menunjukkan kelengkapan permainannya. Rata-rata ia mencetak sekitar 18 poin, 8,5 rebound, 2,8 assist, dan 2,6 blok per pertandingan dengan field goal percentage di atas 53% dan three-point percentage mendekati 40%. Angka-angka ini menempatkannya di jajaran elite untuk posisi center, terutama karena ia mampu berkontribusi di kedua sisi lapangan tanpa mengorbankan mobilitas.
Di sisi ofensif, Holmgren menjadi ancaman serius dengan kemampuan menembak dari luar, face-up drive, dan finishing di atas ring yang sangat halus. Ia sering menjadi pilihan utama saat Thunder membutuhkan spacing atau mismatch di perimeter. Di pertahanan, panjang lengan dan timing blok-nya membuat rim menjadi zona berbahaya bagi lawan. Musim ini ia sudah beberapa kali mencatat 5+ blok dalam satu laga dan secara konsisten berada di papan atas liga untuk blok serta defensive rating.
Yang membuat pencapaian ini lebih istimewa adalah fakta bahwa Holmgren bermain di antara lineup yang sangat seimbang. Ia tidak perlu memikul beban scoring utama seperti center tradisional, tapi justru berkembang menjadi penghubung sempurna antara serangan cepat dan half-court set Thunder. Kombinasi dengan SGA, Jalen Williams, dan Lu Dort menciptakan sistem yang sulit dihentikan, dan Holmgren menjadi salah satu pilar utama di dalamnya.

Makna Pemilihan All-Star bagi Karier dan Thunder: Chet Holmgren Terpilih All-Star Pertama Kalinya

Masuknya Chet ke All-Star 2026 bukan hanya soal statistik, tapi juga pengakuan atas transformasi Oklahoma City Thunder dari tim muda penuh potensi menjadi kontender gelar sungguhan. Sejak draft 2022 (pilihan kedua), Holmgren sempat absen satu musim penuh karena cedera kaki, tapi ia kembali dengan cara yang sangat meyakinkan. Pemilihan ini membuktikan bahwa proses pengembangan Thunder—yang mengutamakan kesabaran, chemistry, dan permainan kolektif—mulai berbuah manis.
Bagi Holmgren pribadi, ini adalah validasi bahwa ia bukan lagi “proyek” atau “what if” karena tubuh kurusnya. Ia sudah dianggap sebagai salah satu big man generasi baru yang menggabungkan skill guard dengan ukuran center. Banyak analis menyebutnya sebagai penerus modern dari pemain seperti Kevin Durant atau Kristaps Porziņģis, tapi dengan elemen pertahanan rim yang jauh lebih dominan.
Di sisi tim, kehadiran Holmgren di All-Star juga menjadi dorongan moral besar bagi rekan-rekannya. Thunder saat ini memimpin klasemen Wilayah Barat dengan rekor yang sangat kuat, dan pemilihan ini memperkuat narasi bahwa mereka bukan kejutan musiman, melainkan tim yang dibangun untuk jangka panjang. SGA yang juga terpilih kembali menjadi starter semakin menegaskan bahwa OKC punya dua All-Star inti di usia sangat muda.

Kesimpulan

Pemilihan Chet Holmgren sebagai All-Star pertama kalinya adalah bukti nyata bahwa kerja keras, kesabaran, dan sistem yang tepat bisa menghasilkan bintang sejati. Dari pemain yang sempat diragukan hingga menjadi salah satu wajah masa depan NBA, perjalanan Holmgren memberikan inspirasi sekaligus peringatan bahwa potensi besar butuh waktu untuk matang. Bagi Oklahoma City Thunder, ini menjadi pengakuan bahwa mereka tidak lagi hanya tim menjanjikan—mereka sudah berada di level elit. Dengan Holmgren yang terus berkembang, SGA sebagai pemimpin, dan kedalaman skuad yang solid, musim ini bisa menjadi awal dari era baru bagi franchise tersebut. Bagi penggemar, melihat Chet mengenakan jersey All-Star di San Francisco nanti bukan sekadar momen perayaan, melainkan tanda bahwa masa depan NBA sudah berada di tangan generasi seperti dia. Selamat, Chet—All-Star pertama dari yang semoga banyak.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment