Dewa United Surabaya Dominasi IBL 2026
Dewa United Surabaya Dominasi IBL 2026. IBL 2026 dimulai dengan intensitas tinggi sejak 10 Januari, dan Dewa United langsung menjadi sorotan. Meski kalah di laga pembuka melawan Pelita Jaya (82-98), tim asuhan Agusti Julbe Bosch cepat bangkit. Kemenangan beruntun atas Satya Wacana (84-74), Pacific Caesar Surabaya (92-82), hingga drama dramatis lawan Rans Simba Bogor lewat tembakan 0,2 detik membuat mereka unggul di papan atas. Dominasi ini bukan kebetulan—skuad yang hampir utuh plus tambahan DJ Cooper sebagai import baru, plus rookie muda seperti Kennie Elbert Kristianto dan Elang Satria Rajendrea Dewanto, memberikan kedalaman dan energi segar. INFO PROPERTI
Performa Solid dan Kunci Kemenangan: Dewa United Surabaya Dominasi IBL 2026
Sejak kekalahan awal, Dewa United menunjukkan karakter juara. Di laga melawan Satya Wacana, mereka sempat unggul 20 poin sebelum lawan bangkit, tapi Rio Disi dan Dio Tirta Saputra berhasil mengamankan kemenangan perdana. Joshua Ibarra tetap jadi benteng di paint dengan double-double konsisten, sementara Donell Cooper II (DJ Cooper) memberikan all-around stats vital: poin, assist, steal, dan rebound yang mengatur ritme permainan.
Kemenangan atas Pacific Caesar (92-82) memperpanjang tren positif, dengan kontribusi besar dari Arki Dikania Wisnu dan pemain lokal lainnya. Puncaknya adalah duel sengit lawan Rans Simba Bogor pada 25 Januari—tim tertinggal di kuarter pertama, tapi bangkit di paruh kedua berkat tembakan clutch di detik terakhir. Patrick Nikolas dan Rio Disi ikut krusial dalam menjaga momentum, meski ada momen tegang dengan technical foul pelatih.
Pelatih Agusti Julbe Bosch menekankan fokus pada standar tinggi: “Kami harus menjaga mental juara setiap laga.” Rotasi pemain yang seimbang, minim turnover, dan pertahanan ketat menjadi senjata utama. Import seperti Joshua Ibarra dan DJ Cooper memberikan dimensi ekstra di bawah ring dan playmaking, sementara pemain lokal seperti Dio Tirta Saputra dan Arki terus konsisten mencetak poin penting.
Tantangan dan Prospek ke Depan: Dewa United Surabaya Dominasi IBL 2026
Meski dominan, Dewa United tak boleh lengah. Kekalahan dari Pelita Jaya di pembuka jadi pengingat bahwa kompetisi semakin ketat—Pelita Jaya, Satria Muda, dan tim lain seperti Rajawali Medan juga tampil kuat. Jadwal padat ke depan, termasuk laga tandang dan potensi bentrok ulang dengan rival, akan menguji kedalaman skuad.
Rookie muda Dewa United mulai mendapat menit bermain, menandakan strategi jangka panjang klub. Dengan pengalaman BCL Asia di depan mata, tim ini harus menjaga stamina dan fokus. Dominasi awal ini memberi kepercayaan diri tinggi, tapi musim masih panjang—setiap pertandingan harus dimenangkan dengan cara yang sama: kerja keras dan teamwork.
Kesimpulan
Dewa United Surabaya memang sedang dalam performa terbaiknya di IBL 2026, dengan rekor 5-1 yang menempatkan mereka di puncak klasemen. Kombinasi pemain berpengalaman, import berkualitas, dan semangat juara bertahan membuat mereka sulit dihentikan. Namun, liga ini penuh kejutan—tim lain siap menantang. Jika terus menjaga konsistensi seperti sekarang, peluang mempertahankan gelar sangat terbuka lebar. Pekan-pekan mendatang akan jadi penentu apakah dominasi ini bertahan hingga akhir musim.



Post Comment