Peraturan Double Dribble yang Sering Terjadi di Basket

peraturan-double-dribble-yang-sering-terjadi-di-basket

Peraturan Double Dribble yang Sering Terjadi di Basket. Double dribble merupakan salah satu pelanggaran paling dasar dan sering terjadi dalam basket, terutama di level pemula hingga profesional. Pelanggaran ini muncul ketika pemain menghentikan dribble secara sukarela lalu memulai dribble lagi, atau menggunakan kedua tangan secara simultan untuk dribble. Aturan ini tetap konsisten hingga akhir 2025, tanpa perubahan signifikan di regulasi utama seperti FIBA maupun NBA. Tujuannya menjaga keadilan, mendorong passing dan shooting cepat, serta hindari keuntungan tidak wajar. Meski sederhana, double dribble sering picu perdebatan karena interpretasi wasit, terutama saat bola disentuh lawan atau gerakan marginal. REVIEW WISATA

Definisi dan Jenis Double Dribble: Peraturan Double Dribble yang Sering Terjadi di Basket

Double dribble terjadi dalam dua bentuk utama. Pertama, pemain mengakhiri dribble dengan menangkap atau memegang bola menggunakan satu atau kedua tangan, lalu memulai dribble kembali tanpa kehilangan kontrol secara sah. Kedua, dribble dengan kedua tangan secara bersamaan, yang langsung dianggap ilegal.

Dribble berakhir saat bola beristirahat di tangan atau pemain pegang bola sepenuhnya. Setelah itu, pemain hanya boleh passing, shooting, atau pivot—tidak boleh dribble lagi. Aturan ini berlaku sama di semua level, meski penegakan lebih longgar di profesional untuk jaga tempo cepat. Pada 2025, definisi tetap fokus pada kontrol sukarela, hindari pemain manipulasi bola terlalu lama tanpa lepas.

Situasi yang Sering Menyebabkan Pelanggaran: Peraturan Double Dribble yang Sering Terjadi di Basket

Double dribble sering muncul di momen panik, seperti saat pemain dribble mendekati ring lalu berhenti untuk hindari blok, tapi malah mulai dribble lagi karena ragu. Contoh lain: pemain tangkap bola dengan kedua tangan setelah dribble, lalu dribble ulang karena tidak ada passing option.

Di level pemuda, ini sangat umum karena kurang pengalaman kontrol bola. Di profesional, sering terjadi saat fumble recovery—pemain ambil bola loose lalu dribble tanpa sadar sudah akhiri dribble sebelumnya. Gerakan seperti palming atau carrying (telapak tangan di bawah bola) juga bisa jadi double dribble jika lanjut dribble. Wasit kini lebih teliti pada simultan two-hand dribble, yang langsung beri turnover.

Pengecualian dan Sanksi Pelanggaran

Ada pengecualian penting: dribble boleh dimulai lagi jika kontrol hilang karena attempt shot, bola disentuh lawan, atau pass/fumble yang sentuh pemain lain atau ring. Ini reset dribble, beri kelonggaran di situasi chaotic.

Sanksi double dribble adalah turnover: bola diberi ke tim lawan via inbound. Di FIBA dan level bawah, inbound dari titik terdekat pelanggaran. Di NBA, inbound dari garis terdekat tapi tidak lebih dekat dari garis free throw extended, beri sedikit keuntungan defensif. Tidak ada free throw atau kartu, kecuali pengulangan disengaja dianggap unsporting.

Kesimpulan

Aturan double dribble tetap jadi fondasi penting basket modern hingga akhir 2025, promosikan permainan tim dan keputusan cepat. Meski sering terjadi karena kesalahan manusiawi, pemahaman definisi, jenis, dan pengecualiannya kurangi pelanggaran tidak perlu. Di semua level, aturan ini jaga keseimbangan antara kreativitas dribble dan fairness, sambil hindari dominasi satu pemain. Dengan latihan footwork dan kontrol bola, pemain bisa hindari turnover ini, buat permainan lebih lancar dan kompetitif. Ke depan, interpretasi konsisten wasit akan terus sempurnakan penerapan aturan sederhana tapi krusial ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment